Lompat ke isi utama

Berita

Peringati HUT ke-14 DKPP RI, Bawaslu Kabupaten Pesawaran Teguhkan Komitmen Menjaga Integritas Penyelenggara Pemilu

Peringati HUT ke-14 DKPP RI, Bawaslu Kabupaten Pesawaran Teguhkan Komitmen Menjaga Integritas Penyelenggara Pemilu

Flayer Ucapan Selamat HUT DKPP RI yang ke-14

Pesawaran — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga integritas, profesionalitas, dan kehormatan penyelenggara pemilu. Peringatan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya penegakan kode etik sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan dipercaya masyarakat.

Memasuki usia ke-14 tahun, DKPP RI terus menunjukkan perannya sebagai lembaga yang mengawal penegakan kode etik penyelenggara pemilu. Melalui berbagai putusan dan pengawasan terhadap perilaku etik penyelenggara pemilu, DKPP berkontribusi dalam menjaga independensi, kredibilitas, serta kehormatan lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia.

Mengusung tema "Benteng Integritas Penyelenggara Pemilu", peringatan HUT ke-14 DKPP RI menjadi momentum refleksi bagi seluruh penyelenggara pemilu untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalitas, kemandirian, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, menyampaikan bahwa keberadaan DKPP memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga marwah penyelenggara pemilu melalui penegakan kode etik yang berkeadilan dan berintegritas.

"Selama empat belas tahun, DKPP telah menjadi penjaga integritas penyelenggara pemilu di Indonesia. Penegakan kode etik bukan sekadar memberikan sanksi, tetapi juga membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai etika, profesionalitas, dan tanggung jawab. Hal inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu," ujar Fatihunnajah saat diruang kerjanya pada Rabu (12/6)..

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya pemilu yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga oleh integritas setiap penyelenggara pemilu dalam menjalankan amanahnya.

"Integritas adalah aset terbesar penyelenggara pemilu. Ketika setiap penyelenggara mampu menjaga etika, independensi, dan profesionalitas, maka kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi akan semakin kuat. Semangat itulah yang terus dijaga dan diperkuat oleh DKPP selama ini," tambahnya.

Fatihunnajah juga berharap sinergi antara DKPP, Bawaslu, KPU, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin dalam memperkuat tata kelola penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam menghadirkan proses demokrasi yang jujur, adil, transparan, dan akuntabel.

Ia menambahkan bahwa momentum HUT ke-14 DKPP RI juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran untuk senantiasa menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan, pencegahan pelanggaran, penyelesaian sengketa proses pemilu, hingga pelayanan kepada masyarakat.

"Semoga DKPP terus menjadi benteng integritas penyelenggara pemilu sekaligus penguat nilai-nilai etika dalam setiap proses demokrasi. Kami di Bawaslu Kabupaten Pesawaran berkomitmen untuk terus menjalankan tugas secara profesional, independen, dan berintegritas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan demokrasi Indonesia," pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 DKPP RI, Bawaslu Kabupaten Pesawaran menyampaikan apresiasi atas dedikasi DKPP dalam menjaga kehormatan penyelenggara pemilu. Semangat "Benteng Integritas Penyelenggara Pemilu" diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh penyelenggara pemilu untuk senantiasa menjunjung tinggi kode etik, memperkuat profesionalitas, serta menjaga kepercayaan publik demi terwujudnya demokrasi Indonesia yang semakin berintegritas dan bermartabat.

Penulis dan Editor : Rahmat Fatriansyah

Tag
bawasluri
bawaslulampung