Hari Demokrasi Internasional, Bawaslu Kabupaten Pesawaran Ajak Masyarakat Rawat Demokrasi melalui Partisipasi dan Pengawasan
|
Pesawaran — Demokrasi tidak berhenti ketika pilihan telah ditentukan. Demokrasi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, ruang untuk menyampaikan aspirasi, serta kepedulian bersama dalam menjaga prosesnya tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi.
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi Bawaslu Kabupaten Pesawaran dalam memperingati Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September. Hari Demokrasi Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 62/7 pada 8 November 2007 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan meninjau perkembangan demokrasi di berbagai negara.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, mengatakan demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai bentuk. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses demokrasi ketika menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga ruang demokrasi tetap sehat.
“Demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga agar setiap suara memiliki ruang, setiap hak dihormati, dan setiap proses berjalan dengan penuh tanggung jawab. Demokrasi akan tumbuh ketika masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian,” ujar Fatihunnajah.
Ia menuturkan, pengawasan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang berintegritas. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, keberanian menyampaikan informasi yang benar, serta kesediaan mengawal proses demokrasi menjadi bentuk partisipasi yang dapat dilakukan masyarakat.
“Mengawal demokrasi tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang besar. Kepedulian terhadap informasi, keberanian menyampaikan dugaan pelanggaran, menghormati perbedaan, dan menjaga hak orang lain juga merupakan bagian dari merawat demokrasi,” katanya.
Menurut Fatihunnajah, demokrasi juga membutuhkan budaya dialog dan penghormatan terhadap perbedaan. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokratis yang perlu dikelola melalui komunikasi yang sehat dan saling menghargai.
“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru dari perbedaan kita belajar mendengar, berdialog, dan mencari titik temu. Demokrasi yang kuat dibangun dari masyarakat yang mampu menghargai perbedaan sekaligus menjaga kepentingan bersama,” ujar Fatihunnajah.
PBB menempatkan demokrasi sebagai salah satu nilai universal dan menekankan bahwa demokrasi merupakan proses sekaligus tujuan yang membutuhkan partisipasi penuh dari masyarakat, lembaga pemerintahan, masyarakat sipil, dan individu.
Dalam konteks tersebut, Bawaslu Kabupaten Pesawaran terus mendorong penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif. Masyarakat memiliki ruang untuk turut mengawal demokrasi dengan berperan aktif, menjaga informasi yang benar, serta ikut memastikan hak-hak warga tetap dihormati.
“Selamat Hari Demokrasi Internasional. Mari kita rawat demokrasi bukan hanya saat momentum politik berlangsung, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Demokrasi yang berintegritas lahir dari kepedulian, partisipasi, dan keberanian untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai demokrasi,” tutup Fatihunnajah.
Penulis dan Editor : Rahmat Fatriansyah