Bawaslu Pesawaran Terima Monev Pengelolaan Keuangan sebagai Satker Baru dari Bawaslu RI
|
Pesawaran — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran menerima kunjungan tim Bawaslu RI dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pengelolaan keuangan bagi satuan kerja (satker) baru, yang dilaksanakan pada 20–22 April 2026.
Kehadiran tim Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Bawaslu RI yang terdiri atas M. Anbi Bijaksana, Tunggal Wiajie Sasmito, dan M. Shadiq Yuzairi disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, bersama jajaran. Monev tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan kelembagaan, khususnya dalam memastikan kesiapan pengelolaan keuangan yang akuntabel bagi satker baru.
Monitoring dan evaluasi difokuskan pada berbagai aspek strategis, mulai dari persiapan menuju satker mandiri, pengecekan akun atau user pengelolaan keuangan, hingga verifikasi dokumen pendukung. Tim Bawaslu RI juga melakukan konfirmasi terhadap Surat Keputusan (SK) yang menjadi dasar pelaksanaan tugas dan fungsi keuangan.
Selain itu, pembahasan turut mencakup aturan dan batasan dalam pengajuan anggaran serta capaian output keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran tidak hanya sesuai dengan ketentuan, tetapi juga mampu menghasilkan output yang terukur dan mendukung kinerja kelembagaan secara optimal.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola keuangan lembaga, khususnya sebagai satuan kerja yang baru.
“Melalui monitoring ini, kami mendapatkan pendampingan langsung untuk memastikan seluruh proses pengelolaan keuangan berjalan sesuai ketentuan. Ini menjadi bekal penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel,” ujar Fatih di ruang kerjanya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan integritas dalam menjalankan tugas, sebagai fondasi utama dalam menjaga kredibilitas lembaga pengawas pemilu di mata publik.
“Kedisiplinan dan integritas kerja adalah hal yang tidak bisa ditawar. Nilai tersebut harus menjadi budaya kerja seluruh jajaran,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pesawaran diharapkan semakin siap dalam mengelola keuangan secara profesional, dengan capaian output yang jelas dan terukur. Pendampingan dari Bawaslu RI menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas satker baru guna mendukung tata kelola keuangan yang akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Foto dan Editor : Rahmat Fatriansyah
Penulis : Rahmat Fatriansyah