Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Membelajarkan Volume II, Perkuat Kapasitas Jajaran Menuju Pemilu 2029

Bawaslu Membelajarkan Volume II, Perkuat Kapasitas Jajaran Menuju Pemilu 2029

Poster publikasi Bawaslu Membelajarkan Vol. II dengan topik Manajemen Pemungutan Suara Ulang, Lanjutan, dan Susulan, Tindak Lanjut Putusan, serta Evaluasi. (Dok. Bawaslu Kabupaten Pesawaran)

Pesawaran — Mempersiapkan pengawasan pemilu tidak cukup hanya dengan menunggu tahapan dimulai. Penguatan kapasitas jajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap pengawas memiliki pengetahuan, kesiapan, dan pemahaman yang memadai dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari persiapan Bawaslu Membelajarkan Vol. II yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Pesawaran. Mengusung tema “Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029”, program ini menghadirkan ruang belajar dan berbagi pengetahuan bagi jajaran pengawasan.

Pada Vol. II, topik yang akan dibahas yakni “Manajemen Pemungutan Suara Ulang, Lanjutan, dan Susulan”, meliputi PSU, PSL, PSS, tindak lanjut putusan, serta evaluasi. Topik tersebut dipilih untuk memperkuat pemahaman jajaran terhadap berbagai kondisi yang dapat muncul dalam pelaksanaan pemungutan suara serta langkah pengawasan yang perlu dilakukan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas jajaran merupakan bagian penting dalam membangun pengawasan yang berkualitas.

“Pengawasan yang baik harus dipersiapkan jauh sebelum tahapan berlangsung. Kita perlu memastikan jajaran memiliki pengetahuan dan kesiapan yang cukup, sehingga setiap persoalan yang muncul dapat dihadapi dengan sikap yang tepat dan berdasarkan ketentuan,” ujar Fatihunnajah.

Menurutnya, Bawaslu Membelajarkan menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman sekaligus mendorong jajaran agar tidak berhenti belajar dari pengalaman.

“Belajar bagi pengawas bukan hanya tentang memahami aturan, tetapi juga bagaimana membaca situasi, mengambil keputusan, dan memastikan setiap langkah pengawasan dapat dipertanggungjawabkan. Pengalaman yang kita miliki harus menjadi bekal untuk membangun pengawasan yang lebih baik ke depan,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Pajril Fatra, menyampaikan bahwa pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi fondasi dalam membangun jajaran pengawas yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kepemiluan.

“Setiap proses pengawasan selalu memberikan pengalaman dan pelajaran. Melalui Bawaslu Membelajarkan, pengalaman tersebut kita olah menjadi pengetahuan yang dapat memperkuat kapasitas jajaran. Harapannya, ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat, jajaran sudah memiliki pemahaman dan kesiapan yang memadai,” ungkap Pajril.

Ia menilai pembahasan mengenai PSU, PSL, PSS, tindak lanjut putusan, dan evaluasi penting untuk dipahami secara utuh karena setiap proses memiliki karakteristik serta mekanisme yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pengawasan.

“Kita ingin pembelajaran ini tidak berhenti pada pemahaman materi. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kerja pengawasan, mulai dari melakukan pencegahan, memastikan proses sesuai ketentuan, hingga melakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan,” tambahnya.

Melalui Bawaslu Membelajarkan Vol. II, Bawaslu Kabupaten Pesawaran terus mendorong terciptanya budaya belajar di lingkungan pengawasan. Kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan penguatan kompetensi menjadi bagian dari upaya mempersiapkan jajaran menghadapi berbagai tantangan pengawasan menuju Pemilu 2029.

Program ini sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman dan memperkuat kesiapan jajaran agar mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif, dan bertanggung jawab.

Penulis dan Editor : Rahmat Fatriansyah

Tag
bawasluri
bawaslulampung