Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat

Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran saat menyampaikan arah pada kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Rabu (24/6).

Pesawaran — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu menuju Pemilu Tahun 2029 yang bermartabat. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Rabu (24/6), tersebut diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari unsur organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Pesawaran.

Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu program strategis Bawaslu yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu sebagai tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Pesawaran dalam memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut berperan aktif dalam mengawal jalannya demokrasi. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami fungsi dan pentingnya pengawasan, diharapkan kualitas penyelenggaraan Pemilu dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, hadir secara virtual melalui Zoom Meeting untuk memberikan arahan dan penguatan kepada peserta. Dalam penyampaiannya, Hamid menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses penyelenggaraan pemilu.

"Demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara yang profesional, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi. Pendidikan Pengawas Partisipatif ini merupakan ruang untuk menumbuhkan generasi yang peduli terhadap demokrasi, kritis terhadap berbagai persoalan kepemiluan, dan berani mengambil peran dalam menjaga integritas proses demokrasi," ujarnya.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi di masa depan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pemahaman melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi investasi penting dalam membangun budaya demokrasi yang kuat dan berkelanjutan.

Ia juga berharap para peserta tidak hanya menjadi penerima materi selama kegiatan berlangsung, tetapi mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat demokrasi di lingkungannya masing-masing. Jadilah generasi yang tidak apatis terhadap proses demokrasi, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi untuk menjaga integritas pemilu dan mengawal hak-hak demokrasi masyarakat," harap Hamid Badrul Munir.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu langkah strategis untuk membangun kesadaran demokrasi dan memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Menurutnya, Pemilu yang bermartabat tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Pemilu yang bermartabat tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan dibangun melalui proses panjang yang melibatkan kesadaran, partisipasi, dan tanggung jawab bersama. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi pelopor pengawasan, penyebar nilai-nilai demokrasi, dan mitra Bawaslu dalam menjaga kualitas pemilu di masa yang akan datang," kata Fatih.

Ia menambahkan bahwa masa menuju Pemilu Tahun 2029 harus dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, memperluas jejaring pengawasan partisipatif, serta meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pengawasan dalam menjaga kualitas demokrasi.

Ia pun berharap para peserta mampu menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif yang berkelanjutan di Kabupaten Pesawaran.

"Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak berhenti sebagai alumni P2P semata, tetapi menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyebarluaskan pendidikan demokrasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengajak lingkungan sekitarnya untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kualitas Pemilu 2029," ujarnya.

Menurut Fatih, keberhasilan demokrasi tidak hanya diukur dari tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi setiap proses yang berlangsung.

"Harapan kami, Pendidikan Pengawas Partisipatif ini menjadi investasi demokrasi jangka panjang yang melahirkan generasi muda yang peduli, berintegritas, dan memiliki komitmen untuk terus mengawal demokrasi yang bermartabat di Kabupaten Pesawaran," pungkasnya.

Selain menerima arahan dari Anggota Bawaslu Provinsi Lampung dan Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, para peserta juga memperoleh materi dari para narasumber sesuai dengan bidang kepemiluan masing-masing. Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran Mutholib menyampaikan materi tentang Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu, Pajril Fatra membawakan materi Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas, Oktiyas Afriza menyampaikan materi Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, sedangkan Aji Purwadi membahas Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu. Sementara itu, Kepala Subbagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Amri Fahada Syehrun, memberikan materi mengenai Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif. Melalui materi yang disampaikan, peserta dibekali pemahaman mengenai mekanisme pengawasan partisipatif, upaya pencegahan pelanggaran, penyelesaian sengketa proses pemilu, mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran, hingga strategi membangun jejaring pengawasan bersama masyarakat sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.

Melalui diskusi dan sesi pembelajaran yang berlangsung interaktif, peserta diberikan ruang untuk bertukar gagasan, memperdalam pemahaman mengenai kepemiluan, serta meningkatkan kapasitas dalam mengidentifikasi dan mencegah berbagai potensi pelanggaran yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 ini, Bawaslu Kabupaten Pesawaran berharap dapat melahirkan pengawas partisipatif yang aktif, kritis, dan peduli terhadap proses demokrasi. Dengan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, diharapkan Pemilu Tahun 2029 dapat terselenggara secara lebih berkualitas, berintegritas, dan bermartabat.

Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat
Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat
Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat
Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat
Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat
Bawaslu Kabupaten Pesawaran Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat

 

Foto dan Editor : Rahmat Fatriansyah
Penulis : Rahmat Fatriansyah

Tag
bawasluri
bawaslulampung