Hadiri Rapat Paripurna Istimewa, Pajril Fatra Tegaskan Semangat Kebangsaan dan Pengawalan Demokrasi
|
Pesawaran — Semangat kebangsaan tidak hanya tercermin dalam peringatan hari-hari besar nasional, tetapi juga melalui komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
Hal tersebut menjadi bagian dari kehadiran Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Pajril Fatra, dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, Jumat (14/8).
Rapat paripurna istimewa tersebut menjadi salah satu momentum penting untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari penyelenggaraan kehidupan bernegara.
Bagi Bawaslu Kabupaten Pesawaran, momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Pengawasan pemilu tidak hanya berkaitan dengan proses dan tahapan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan nilai-nilai demokrasi terus tumbuh dan dijaga.
Pajril Fatra menyampaikan bahwa semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian sesuai dengan tugas serta kewenangan masing-masing.
“Pidato kenegaraan menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat bahwa setiap tugas yang kita jalankan pada dasarnya merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa. Semangat kebangsaan harus kita terjemahkan melalui kerja yang bertanggung jawab, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pajril.
Menurutnya, demokrasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk memastikan prosesnya berjalan secara jujur, adil, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.
“Demokrasi tidak cukup hanya dijaga oleh satu lembaga. Dibutuhkan komitmen bersama untuk mengawal setiap prosesnya. Bawaslu akan terus menjalankan tugas pengawasan dengan menjaga integritas dan memastikan demokrasi tetap berada pada jalurnya,” lanjutnya.
Ia menambahkan, momentum kebangsaan juga perlu menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Semangat kebangsaan harus menyatukan langkah kita. Ketika setiap unsur menjalankan perannya dengan baik dan saling menguatkan, kita tidak hanya menjaga proses demokrasi, tetapi juga ikut merawat masa depan bangsa,” pungkasnya.
Foto dan Editor : Rahmat Fatriansyah
Penulis : Rahmat Fatriansyah