Bawaslu Raih Opini WTP 11 Tahun Berturut-Turut, Bawaslu Kabupaten Pesawaran Tegaskan Komitmen Tata Kelola Akuntabel
|
Pesawaran — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi prestasi membanggakan karena berhasil dipertahankan selama 11 tahun berturut-turut sejak tahun 2015, sekaligus menunjukkan konsistensi Bawaslu dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, tertib, dan akuntabel.
Informasi mengenai capaian tersebut dipublikasikan melalui media resmi Bawaslu sebagai bentuk penyampaian kepada publik bahwa pengelolaan keuangan di lingkungan Bawaslu terus mendapatkan pengakuan tertinggi dari lembaga pemeriksa negara.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Fatihunnajah, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Bawaslu mempertahankan opini WTP secara konsisten selama sebelas tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi mencerminkan komitmen kuat seluruh jajaran Bawaslu dalam menjaga integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
“Capaian opini WTP selama sebelas tahun berturut-turut menunjukkan bahwa Bawaslu terus berkomitmen menjaga tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah hasil dari kerja bersama seluruh jajaran dalam menjalankan pengelolaan anggaran secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Fatihunnajah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan keuangan di tingkat daerah.
“Kepercayaan yang diberikan melalui opini WTP harus dijaga dengan kerja yang disiplin, tertib administrasi, dan penuh tanggung jawab. Akuntabilitas keuangan merupakan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Kukuh Julian, menegaskan bahwa opini WTP merupakan hasil dari proses pengelolaan keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan administrasi, pengendalian internal, serta kepatuhan terhadap regulasi.
“Opini WTP bukanlah hasil yang diperoleh secara instan, melainkan buah dari proses panjang yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan konsistensi dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan. Capaian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga standar pengelolaan yang baik dan meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan,” ungkap Kukuh Julian.
Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan dukungan terhadap pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.
“Setiap rupiah anggaran negara harus dikelola secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas kelembagaan. Dengan tata kelola yang akuntabel, organisasi akan memiliki fondasi yang kuat untuk bekerja lebih profesional dan memberikan pelayanan yang semakin berkualitas,” lanjutnya.
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan opini tertinggi yang diberikan BPK atas laporan keuangan yang dinilai telah disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan serta didukung oleh sistem pengendalian internal yang memadai dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Keberhasilan Bawaslu mempertahankan opini WTP selama sebelas tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa penguatan tata kelola keuangan terus dilakukan secara konsisten, baik di tingkat pusat maupun daerah. Capaian tersebut sekaligus memperkuat upaya Bawaslu dalam mewujudkan lembaga yang profesional, modern, dan terpercaya.
Editor : Humas Bawaslu RI
Penulis : Rahmat Fatriansyah